Social Icons

Pages

Minyak Gosok Andalan Mak

Kali ini mak review produk, tenaang.. ini bukan endorse-an malah mak nggak dibayar (ngarepnya sih dibayar, hihi). Tapi karena banyak yang nanyain ke mak, pakai apa sih buat ilangin ruam, gatal, bekas gigit nyamuk dan lain-lain. Kalau merk cream anti ruam untuk si bayi apa? Aduh mak nggak pakai krim-kriman, lagian tiap anak beda-beda responnya terhadap produk. Jadi anak mak pake apa? Sini mak bisikin ya.. maka pakai... jeng.. jeng.. jeng.. "Minyak Tawon" 


Ilustrasi: minyak tawon 


Eits.. tunggu, ini bukan minyak dari tawon yang di peras ampe keluar minyaknya,  (sadis ih.. ) ini minyak kelapa loh, cuma ada sedikit campuran minyak esensi lainnya sehingga jadilah minyak tawon. Awal mulanya yang ngasih tau tetangga nya mak (makasi tetangga 😘) pas mak coba, ketagihan deh (bukan di minum ye). Jadilah minyak seribu guna ini wajib ada dirumah mak. Kalau si abang dan adiknya digigit nyamuk, digigit semut, digigit mak nya (#eehh ya enggak lah, paling kalau gemesin banget,hihi) tinggal oles deh. Eh nggak sampai disitu aja, kalau anaknya kejedot, jatuh, memar, biang keringat sampe ruam popok tak olesin minyak tawon (tapi tidak diarea sensitif ya). 
Khasiatnya? Hmm.. sepanjang yang mak pakai, alhamdulillah ya (kibas rambut). Tambah lagi nggak panas, cuma anget yang nyaman, makanya mak pun nggak mau kalah, kalau ngerasa masuk angin mak pun minta diolesin ini (sensor..). Trus ya ada yang baru mak baca juga neh, bisa menghilangkan bekas jerawat katanya, wuaaww.. emeijing.. tapi belom mak coba ya, jadi jangan minta testi dari mak tentang itu. 
Nah sekian dulu ya review mak, oiya pada nanya harga dan beli dimana? Hmm.. kebetulan kalau harga mak bukan jualan, jadi silahkan cek langsung ditoko sebelah, eh maksudnya produk ini banyak kok dijual di *mart2 disekitar anda. Selamat mencoba, kalau dirasa kurang berhasiat, mungkin palsu, atau lupa baca doa sebelum oles, atauu... itu bukan bekas gigitan nyamuk, makanya nggak usah di oles di tahi lalat juga tong.. ckck.. 

Seporsi Sayur Tanpa Ulat

Pernah baca kan tentang berita tentang adanya lintah ketemu di kangkung? Atau pernah dapat kejutan ketika makan sayur di rumah makan berupa koloni binatang yang katanya sumber protein tambahan? Yuck.. pasti ada yang pengen muntah, atau malah ada yang pengen nambah lagi? Yah tu mah selera ya. Sebenarnya sayur yang ada ulatnya malah bagus dong, berarti bebas zat kimia ya kan.. tapi nggak bebas dari pupuk kandang juga, hihi..
Nah, sebagai mak emak yang punya anak apa lagi kalau mau mpasi untuk bayi, dijamin hal yang beginian pasti nggak mau donk ya.. kecuali mak nya para unggas yang anaknya juga unggas (yang ini nggak penting). Nah jadi mak mo bagi-bagi tips yang kali ini gratis buat para buibu yang masih newbie di dunia perdapuran (belagak.. macam dia dah senior pulak), terserah deh simak aja yuk:
  1. Yang pasti syarat utama adalah kalau beli sayuran, belilah yang segar pastinya, sayur yang udah lama di warung atau pasar tentunya udah jadi inceran para ulat dan bakteri pembusuk. 
  2. Sebelum membersihkan sayur terutama sayur yang harus dipetik daunya seperti bayam, kankung, kemangi dan lainnya usahakan di kibaskan beberapa kali dulu, cara ini lumayan bikin jatuh semut dan ulat gede yang nempel di sayur loh, jadi usahain ya kibas nya jangan ke arah kita ya, nggak kebayangkan kalo ada yang jatuh ke muka.. hii
  3. Setelah di petik atau di potong-potong langsung rendam di air garam, nah ini kudu dan wajib dilakuin, supaya ulat-ulatnya pada rontok, terutama untuk sayur jenis bunga kayak brokoli dan kembang kol. Setelah itu bilas bersih hingga air bekas cucian bersih nggak berpasir lagi.
  4. Bole juga bersihin dengan cairan pembersih khusus sayur dan buah yg ada logo "food grade" nya ya mak, tandanya aman jika termakan, tapi teteup bilasnya berulang-ulang biar nggak bau sabun atau sabunnya masih nempel, yaah kalau nggak mau berasa getir-getir kehidupan gitu.
  5. Nah kalau udah kelar, baru deh simpan di kontainer tertutup masukin kulkas, tapi untuk sayuran seperti tomat bagusnya di taruh di luar kulkas ya mak, tapi tetap di tempat yang sejuk, kalau nggak bisa jadi kismis dia, hahaha.
Yap itulah tips dari mak, kalau dirasa nggak yahud, yaudah diem aja, simpen aja dalam hati, lalu biarkan angin membawanya pergi.. hicks..

Mrs. Diskon


Pernah nonton acara penggila kupon di tv luar? (Ciee jarang-jarang mak nonton nya high level gini kan) nah tiap abis nonton itu mak mak pasti baper, mupeng bin ngences. Enak banget di luar negri itu yah, bisa belanja dan dapat diskon bahkan ampe gratis hanya dengan menggunakan 'kupon'. Kenapa.. kenapa di Indonesia nggak bisa, kenapa ketidak adilan ini terjadi.. (tuh kan drama) 😭
Ah.. dari pada baper yang tiada berkesudahan mending terima kenyataan, ini ujian, mohon bersabar.. hick.. menangis di bawah hujan 
Sekarang kita sebagai ibu-ibu rumah tangga yang tetap pingin hemat uang belanja yang mana hasilnya bisa di tabung buat liburan, atau sekedar beli paddlepop rainbow di indomaret, lumayan kan, mesti punya siasat jitu. 
Caranya "belanjalah barang-barang yang lagi diskon" 
Lah gimana kalau barang yang kita butuhin lagi nggak diskon? Kalau bisa di 'skip' dulu, kecuali sifatnya sangat mendesak. Trus kalau mo tau diskon gimana? Gampang, ne beberapa kebiasaan yang mak juga lakuin: 
  1. Pantengin Promo JSM setiap minggu, di zaman yang super gadget gini tinggal browsing, bahkan ada medsos official shop yang ada reminder na tiap jum'at pagi, nah tandai deh mana yang mau di borong, kalau bisa buat persediaan lebih dari 1 bulan karena belum tentu bulan depan diskon lagi.
  2. Download semua olshop yang lagi nge-hits dan terpercaya pastinya, karena belakangan para olshop sibuk bikin diskon cepat yang ada jam-jamnya, nah pantengin deh tu kalau perlu pakai alarm hihi.. tapi tetap harus tau harga yah, karena nggak jarang harga aslinya memang segitu bahkan ada yang lebih murah, be smart shopper ya!
  3. Jelajah mall, ini harus dilakukan survei awal dulu, pilih mall yang sesuai budget dan kualitas bagus pastinya. Terutama buat 'hunting' baju anak-anak, musti ada tempat yang murah tapi nggak murahan apalagi pasaran, biar si baby tetap kece walau mak nya masih bedaster, hicks.. sayang anak..
  4. Ikut giveaway, yah walaupun keberuntungan tiap orang beda, tapi nggak ada salahnya ikutan iseng-iseng berhadiah. Asal syaratnya nggak ribet juga yah (yah walau mak nggak pernah dapat yang beginian sih, hihi)
Yah sekian dulu tips 'Mrs Diskon' ala mak, mo diikuti syukur nggak ya syukurin kemahalan hahhaa..



Sebuah Ramalan Kopi

Kali ini mak mo cerita tentang sebuah ramalan yang pernah mak lakuin dulu sama teman-teman. Jangan ditiru ya karena dulu mak masih labil dan nggak tau kalau pergi ke tukang tenung dan ramal itu dosa. Ini mak copy sikit hadist nya: " dari abu Hurairah


من أتى كاهنا أو عرافا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه و سلم
Artinya: Barangsiapa yang mendatangi seorang dukun atau peramal, lalu dia percaya pada apa yang dikatakan maka dia telah mengingkari (kufur) syariah Allah yang diturunkan pada Nabi Muhammad s.a.w."

Kejadiannya sekitar 12 tahun yang lalu, jadi wajar mak agak berusaha keras mengumpulkan ingatan yang sudah terserak kayak biskuit oreo buat remahan Mc Flurry (yumm). Ok back, awalnya sohib mak yang ngajak karena dia pernah diajak juga ama temennya. Karena penasaran siang sepulang kuliah mampirlah 4 gadis kece yang masih berseragam sekolah kesehatan (sst..ini bocoran identitas dikit) ke sebuah rumah kontrakan yang di sebuah gang sempit itu. Dan bertemulah mak dengan si 'tante' peramal kopi itu.
Singkat cerita kemudian tante menyuguhi kami 4 gelas kopi yang di bawa diatas baki plastik. Kami dipersilahkan minum kopi tersebut sampai habis. Berhubung mak kopi holic jadilah minum kopi bak minum air putih, langsung habis (sebenarnya memang mak haus). Setelah kopi habis lalu dengan mengucapkan mantra-mantra gelas kopi yang berisi serbuk kopi itupun di balik jadinya serbuk kopinya menyebar turun ke dinding gelas. 
Sambil menunggu kami sedikit mengobrol kalau tante itu ternyata baru pindah ke kota ini, asalnya dari Padang, Sumatera Barat, pantaslah bahasanya kala itu agak sulit kupahami (kalau sekarang mah 'santiang' kata orang Padang) 
Lalu tante itu kasi aba-aba, waktu tante baca kopi kita nggak boleh nyela, pokoknya dengerin aja, kalau mo nanya ya sesudahnya. Hmm.. kenapa ya? Mungkinkah ada 'makhluk' yang membantu tante? Wallahualam
Setelah membaca gelas punya temannya mak akhirnya tibalah giliran mak, dengan logat Padang gaul tante itu bilang hidup mak bakalan rumit, ada kala di atas dan akan cepat di bawah secara ekstrim gitu kurvanya (anggap aja kayak sinyal hp), ini setelah di translete teman mak, abis pas baca pertama cepet banget mana bahasanya mak nggak faham. Trus urusan jodoh, katanya juga sama nanti mak akan bertemu 3 orang lelaki, yang satu agak hitam manis berhidung mancung, terus laki-laki berambut gondrong dan seorang agak gemuk berkulit putih. Berhubung saat itu mak masih 'ijolumut' alias tergabung dlm partai jomblo yang lucu dan imut terang aja mak nggak ngerti apa yang dibilang tante ini. Trus tante itu bilang sesudahnya kalau ini bisa jadi ramalan yang telah berlalu, saat ini atau masa depan. Mak makin bingung.
Lalu lanjut bahas mistis tentang Makhluk yang ikuti mak (kalau ini skip dulu buat cerita selanjutnya, hihi) 
Habis itu mak sering maksa cocok-cocokin ramalan tante ma kehidupan mak, hihi syirik ye.. Nauzubillah. Sampai ustad ceramahin mak untuk segera tobat, hicks.. Maafkan baim Ya Allah 
Dan akhirnya mak pun melupakan nya. wallahualam.. 

Woman In Red

pict: google picture

Cerita ini sebelumnya pernah saya posting di sebuah grup bergenre misteri. Ini adalah pengalaman saya melihat 'mereka'.
Sejak dulu saya dibesarkan di lingkungan yang kompleks, keluarga saya tidak menutup diri akan hal mistis yg ada di hidup kita bahkan papa sering menceritakan berbagai pengalaman mistis di kampung asalnya yg memeng terkenal sebagai kampung penuh sihir dan mistis disebuah kota bagian dari Provinsi Riau. Tapi sebagai anak muda (waktu itu masih muda, hehe) saya nggak percaya, sampai saya bertemu dengan nya..
"Nyai Merah Delima"..
Dulu yang namanya mistis tahayul menurut saya itu hanya hayalan dalam film misteri. Takut nontonnya, tapi bikin penasaran. Pertama kali melihat orang kesurupan pas SMP, saya juga bersekolah di smp yg terkenal angker, hehe mungkin mistis sejak awal mengikuti. Tapi masih tetap belum percaya karena belum pernah melihat langsung, pas ada yg kesurupan sebagai anak PMR dikala itu menganggap yg kesurupan itu cari perhatian 

"Kak, ada yg kesurupan" laporku pada senior PMR

"Udah kerjain aja, kasih aja kaos kaki busuk, hahaha" 

"Jangan.. nih ketek gw aja, hahaha" timpal kakak senior yg lain.. 

"Mana2 yg kesurupan... ehh.. lo mau gw suntik? Bangun gih.. " kakak senior lain menggoyang2 kan tubuh temanku yg kesurupan tadi. Yang kesurupan langsung duduk tegak dengan mata melotot ke atas, semua kaget, lalu jatuh lunglai kembali seperti tertidur. 
Kejadian tersebut berulang hampir setiap hari, ada yg bilang temenku itu kerasukan jin dari pohon besar tua disekolah ku itu. Sampai akhirnya temenku yg sering kesurupan itu pindah sekolah. Anehnya disekolah barunya dia nggak pernah kesurupan.
Singkat cerita setelah tamat sma aku memilih sekolah kesehatan dan wuala... kami wajib asrama. 
Plus nya lagi asrama ku terletak d pengkolan jalan mendaki dan ada bonus di depannya adalah TPU, yap Tempat Pemakaman Umum.. dan disinilah semua ini bermula..
Hari pertama adalah benar2 pestanya para penunggu di asrama ini, di tambah emosi para mahasiswa yg benar2 sedang labil karena dikurung istilahnya di karantina, no hp, no akses keluar, makan, tidur, belajar, mandi semua dillakukan di satu gedung. Pintu antara nyata dan ghaib itu terbuka ketika malam renungan suci. Awalnya hanya tangisan karena kangen pulang, lalu berubah jadi tawa keras sekali dari seorang mahasiswa. Yap, kesurupan. Malam itu benar2 berpesta, bukan 1 yg kesurupan tapi ada 25 orang dari 300 mahasiswa/mahasiswi. 

"Kalian gila menempatkan kami disini.. ini kerajaan mereka., ini kerajaan setaan.. " teriak salah seorang temanku, sebut saja namanya Sri.
Malam sudah larut kala itu, tak mungkin rasanya mendatangkan ustad yg bisa melakukan pengusiran. Untung dari salah seorang mahasiswa memiliki kelebihan, Rio namanya, Rio di bantu para staf dosen, ibu asrama dan bapak asrama mengamankan para mahasiswi yg kesurupan. Aku tidak habis fikir, ini nyata atau tidak? Segala pertanyaan berkecamuk di dalam kepalaku, Rio menepuk kepala ku dg daun sirih yg di beri air dalam sebuah mangkuk.

"Jangan ada yg melamun, jangan ada fikiran yg kosong, zikir.. zikir" 

pekiknya sambil terus memercikkan air sirih kesekeliling aula tempat kami berkumpul. Entah bagaimana awalnya ternyata Devi teman dekatku pun ikut kerasukan.
"Devi... 
Devi istighfar.. "
pekik ku sambil memegang badannya. Devi memiliki badan yg lebih pendek dariku, kurus, tapi entah kenapa pada saat itu tenaganya kuat sekali, dia berontak sekuat tenaga. 

"Pak.. tolong.. devi kesurupan.. "
teriak ku pada bapak asrama yg kebetulan di depan kami. 
"Pegang ya.. Rio.. bantu disini.. " teriak Pak Adi bpk asrama ku. 
Rio yg tadi lewat kembali kearahku. Memegang jempol kaki devi menekan dikukunya sambil membaca alfatiha.. 
"Baca ini.. " perintah rio padaku sambil menyerahkan surat yasin. Segera kuambil dan ku baca walau bibirku sudah bergetar bingung dan takut pada apa yg terjadi dg devi. 
Berbeda dr kesurupan yg kulihat mata melotot, devi lebih mejamkan matanya, menggigit bibirnya, kuat sekali meronta dan marah padaku yg membaca surat yasin. Aku terus membaca sambil menangis ketakutan. Hingga akhirnya devi pun mendadak lemah dan terkulai.
Malam itu benar2 menakutkan buatku. Aku tidur satu ranjang dg devi karena ibu asrama minta aku menemani devi. Tapi setiap kali tertidur rasanya berat, takut, paginya aku bangun dengan badan sakit2 semua. Rio bilang, dia masih ada di dekat devi, jadi mungkin dia menghisap aura ku juga. Aku disuruh meminum air sirih juga, fiuh..
Kejadian di asrama ini terus berulang hampir setiap malam. Devi nggak kuat, akhirnya teman  dekat ku ini memutuskan berhenti, kesedihanku bertambah. Kamar masing2 sudah ditentukan, aku tinggal dikamar E, kamar paling ujung, dan ya tebak lagi, kamar yang paling dekat dengan kuburan. Daebak! Kata orang korea, hihi
Malam itu terjadi lagi, malam jum'at dikamar ku, Mbak Mia.. aku memanggilnya Mbak karena dia memang lebih tua dari ku, Habis maghrib mbak mia tidur di tempat tidurnya, mendadak menangis meraung. 
"Mbak mia.. bangun mbak.. bangun.. jangan tidur habis maghrib".. salah seorang temanku membangunkan mbak mia yg dikiranya mimpi dan mengigau. 
Mbak mia malah menggeram. Lalu tertawa. Menangis lagi. Lalu tertawa keras sekali, hingga kami yakin itu bukan mbak mia. 
Ketua kamar langsung berlari memanggil ibuk asrama.. 
tak lama kemudia datang lah bapak asrama, ibuk asrama dan ustad yg belakangan memang menjadi pengusir 'jin' di asrama kami. 
Seperti ustad ruqiyah biasanya, ustad menyuruh kami memegang mbak mia, aku memegang disebelah kirinya, ustad membacakan ayat2 suci. Lalu memanggil mbak mia yg terlihat berontak
"Mia.. coba jawab saya, mia.. "
mbak mia menggeram.. 
"Rrrr..rrr... aku bukan mia" sontak kami yg memegang ketakutan, karena suara itu terdengar berat dan dalam.. 
"Kenapa kau di dalam tubuh mia, kau dari mana? Pulang sana keseberang.. (seberang itu TPU)" 
Mbak mia tetap menggeram..
Ustad melanjutkan baca doanya. 
"Rr..aaaku bukan dari seberang, aku sudah lama ikut dia (baca: Mia).. aku suka dia, aku mau bawa dia.. " jawab suara itu.. 
"Hay.. jin.. pergilah, dia manusia, kau tidak pantas.. pergilah.. "
ustad melanjutkan baca doa terus dan semakin keras. 
Mbak mia meronta2, kami memegangnya hampir tak sanggup menahan kekuatan tubuhnya. Lalu terjadilah yg benar2 diluar nalarku..
Dari sebelah kiri tubuh mbak mia terlihat membiru keunguan seperti lebam, lalu lebam itu bergerak dari pangkal tangan kiri ke atas tubuhnya, kemudian terus bergerak ke bagian tangan kanannya dan berakhir diujung tangan kanannya. Yah aku menyaksikan itu semua dalam waktu tidak berapa lama, perlahan dan nyata. Sesuatu yg benar2 diluar akal sehat, logika ku slama ini. Benar2 nyata, lama kami semua terdiam. Sampai ustad berkata.. "alfatiha.." lalu kami semua serentak membaca alfatiha dan mbak mia pun terbangun.
Lama aku memikirkan hal yg baru saja kualami itu.. tapi aku bingung bagaimana menjelaskannya. 
Hari selanjutnya aku belajar seperti biasa, begitu juga teman2 ku lainnya. Mbak mia pun sudah kembali ceria seperti biasa. 
Pagi itu ada kuliah pagi sampai jam 08.45, waktu istirahat, mataku ngantuk sekali rasanya.
"Ah aku mo balik kamar dulu ah, tadi rendam kain mo dicuci blom ada air, ntar bau pula" fifi teman ku berceloteh dg teman disampingku
"Aku juga fi, yuk bareng.." jawab Dian
aku mendengarkan
"Eh, aku ikutlah.. hoaaam.. tidur bentar di kamar fifi aja bentar menjelang dosen datang" timpalku malas2an sambil mengikuti mereka 
Sampai di kamar fifi aku pun langsung baring di tempat tidur fifi yg memang dekat ke jalan masuk. 
"Gpp sendirian fa? Kamar kosong smua, pada kuliah semua kayaknya" kata fifi. Kami memang angkatan 1 jadi belum ada senior atau junior. 
"Nggak papa fi, fa ngantuk bget" 
Fifi pun lanjut ke lantai atas bersama dian untuk mencuci. 
Kamar asrama itu memang plong asrama putri jadi 1 dari kamar A sampai kamar E. Sambil terkantuk2 akupun baring ditempat tidur fifi, entah kenapa, mendadak merasa hening sekali.
Seakan2 waktu berhenti, anginpun tidak ada, dari kamar sebelah aku mendadak terdengar suara seakan memanggil namaku "fa.. "
aku spontan menoleh dan terlihatlah "dia" sekelebat, cepat, namun cukup jelas, berbaju merah..
Maaf tadi berhenti sejenak, mengingat nya membuat saya kembali ngeri. Oke saya lanjutkan.

Saat itu entah apa yg saya rasakan, tubu saya mendadak kaku, tapi saya tetap memberanikan diri menatap ke kamar sebelah itu berharap yg saya lihat tadi orang. 
"Syifa.. " panggil fifi dari tangga membuat saya tersentak.. 
"Ye.. katanya mo tidur, ini malah melamun" sapa fifi lagi. 
"Fi, disebelah ada yg  nggak kuliah ya? " tanyaku bergetar
"Dimana? Kamar C?" (Fifi kamar B), fifi turun dan mengecek.. 
"Nggak ada, kosong, yuk ah turun, bapak udah datang (dosen maksudnya)" aku mengikuti walau linglung. 
Sampai dikelas aku masih belum bisa kembali mengurai kejadian yg baru kualami. Ternyata dosen nya belum dtang, syukurlah karena aku mendadak merasa mendingin.
"Nak.. kenapa?" Sapa Sri temanku (yap Sri yg di chapter di atas), diasrama kami ada yg di panggil bunda, tante, nenek, nah karena aku paling muda jadi aku dipanggil anak oleh Srik yg kupanggi tante (maklum yah anak asrama) 
"Kok anget " katanya memeriksa keningku, tangaku, dan badan ku.. 
"Menggigil kah?" Tanyanya 
"Dikit" jawabku datar
"Tadi ada nampak 'Dia' ya diatas?" Tembaknya. Aku langsung kaget 
"Koq tante tau? " aku benar2 heran dg pernyataannya
"Badan anget, bahu menggigil, tangan dingin, muka pucat apalagi tu kalau tak 'nampak'" jelasnya. Aku mendengarkan 
"Apa? Si merah?" Lanjutnya.. 
aku benar2 supprise.. 
"Tante bisa lihat juga?" Tanyaku.. 
"Nggak" jawabnya sekenanya "mamak tante bisa liat, pas dia antar tnte dia udah bilang, ini kerajaannya katanya, tapi dia kasi pagar untuk tante, supaya benda tu tak masuk, kata mak, orang yg pertama nampak memang pasti nampak si 'merah delima' tu dulu karna dia yg paling kuat, kayak dia lah yg buka pintu aura penyambung ke dunia dia" jelas Sri
"Syifa sedang lemah, tapi batin kuat, jadi bisa liat dia" aku merinding mendengarnya
"Trus aku gimana ne tnte?" Aku takut setengah mati dengarnya, selama ini aku hanya melihat perantara saja, aku tak ingin bisa melihat mereka, ah.. kenapa si merah delima itu harus datang padaku, fikirku. 
"Udah lah sekarang minum air ini ya" Sri mengambil air minum nya, membacakan ayat2 dan menyuruhku minum, ada sedikit kelegaan yg merayap dari punggungku yg sebelumnya panas karena rasa takut yg teramat sangat. 
"Jangan takut, selama fa rajin ibadah dia tak akan ganggu, yaa.. paling ngeliatin dirinya sikitla tanda ada" kata2 itu terdengar mudah tapi yg mengalami aku. Sejak saat itu beberapa kali aku memang melihatnya, tapi aku berusaha untuk tidak melihat, merasa, kadang meruqyah diri sendiri, hehe. Kalau diruqyah beneran takut. 
Segini dulu aja, mungkin jika ada kesempatan cerita part lainnya. Jika pembaca berkenan tapi, hehe.. terimakasih.. 

-TAMAT-


 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates